Menu

PROPER Emas 2025: Program TAMASYA, Kelompok Rentan, dan Strategi Baru Menuju Green Leadership

Bagi perusahaan yang menargetkan peringkat tertinggi dalam PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup) periode 2024-2025, standar permainan telah berubah.

Berdasarkan sosialisasi terbaru dari Sekretariat PROPER KLHK pada 16 Desember kemarin, terdapat pergeseran paradigma yang signifikan untuk kandidat Emas. Tidak lagi sekadar kepatuhan (compliance) atau inovasi biasa, tahun ini KLHK menuntut kepekaan sosial yang jauh lebih dalam dan spesifik.

Sebagai mitra strategis perusahaan Anda, kami merangkum 3 poin krusial “Game Changer” yang wajib ada dalam dokumen dan implementasi PROPER Emas 2025 Anda. Jangan sampai terlewat, atau risiko degradasi peringkat menanti.

  1. Mandatori Baru: Program TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak)

Ini adalah highlight terbesar tahun ini. Sesuai arahan Menteri Lingkungan Hidup, perusahaan kandidat Emas kini didorong kuat untuk memiliki program TAMASYA.

  • Apa itu? Penyediaan fasilitas Daycare atau TPA (Tempat Penitipan Anak) yang layak di lingkungan perusahaan atau area operasional.
  • Mengapa Penting? Program ini bukan sekadar fasilitas fisik, melainkan bentuk dukungan nyata terhadap pekerja perempuan, pengasuhan anak yang layak, serta kontribusi perusahaan dalam pencegahan stunting nasional.
  • Catatan Konsultan: Jika perusahaan Anda belum memilikinya, segera lakukan kajian kebutuhan. PROPER tidak hanya menilai fisik bangunannya, tetapi bagaimana SOP dan sistem pengasuhannya berjalan (apakah inklusif dan aman).
  1. Redefinisi “Kelompok Rentan”: Jangan Hanya Bicara Ekonomi!

Kesalahan fatal yang sering kami temukan pada dokumen Inovasi Sosial yang gagal meraih Emas adalah definisi kerentanan yang sempit. Banyak perusahaan hanya mendefinisikan “rentan” sebagai orang miskin atau pengangguran.

Tahun 2025, KLHK menegaskan pendekatan Multi-dimensi. Dokumen Social Mapping dan Inovasi Sosial Anda harus mampu memotret kerentanan dari sisi lain:

  • Fisik: Disabilitas atau penderita penyakit menahun.
  • Geografis: Masyarakat di area rawan bencana, isolasi geografis, atau bantaran sungai.
  • Pengetahuan: Lansia (bukan dilihat sebagai beban ekonomi, tapi rentan karena gap teknologi/informasi).
  • Identitas: Kelompok minoritas, suku terasing, atau gender.

Tips: Ubah narasi dokumen Anda. Jangan pukul rata semua penerima manfaat sebagai “warga prasejahtera”. Segregasi data Anda berdasarkan dimensi kerentanan di atas untuk mendapatkan nilai tambah.

  1. Dokumen “Impactful”: Stop Jadi “Tukang PROPER”

Dalam sesi teknis, tim penilai menegaskan sindiran keras bagi perusahaan yang hanya menjadi “Tukang PROPER”—hanya mengisi template tabel tanpa narasi yang kuat.

  • Kualitas > Kuantitas: Dokumen setebal 200 halaman yang isinya hanya lampiran foto akan kalah dengan dokumen 80 halaman yang memiliki analisis tajam.
  • Storytelling Data: Juri mencari cerita perubahan (Theory of Change). Jawab 6 pertanyaan kunci dampak secara eksplisit: Siapa yang berubah? Apa yang berubah? Seberapa besar perubahannya?
  • Integrasi Bencana: Program Community Development (Comdev) kini harus terintegrasi dengan aspek tanggap bencana. Artinya, program CSR Anda harus adaptif terhadap risiko iklim di wilayah operasional.

Kesimpulan: Siapkah Anda untuk Emas 2025?

Kompetisi menuju PROPER Emas 2025 semakin ketat. Adanya kewajiban Program TAMASYA dan tuntutan analisis kerentanan yang mendalam menuntut perusahaan untuk tidak lagi bekerja dengan cara-cara lama (“Business as Usual”).

Dokumen hijau (Green Leadership) dan Inovasi Sosial kini membutuhkan sentuhan ahli untuk memastikan benang merah antara Core Competency perusahaan dengan solusi masalah sosial terjalin rapi dan impactful.

📩 Konsultasi awal tersedia.
Amankan posisi PROPER Emas Anda bersama mitra strategis keberlanjutan.

Sumber Referensi: Sosialisasi Mekanisme dan Kriteria Lebih dari Ketaatan PROPER 2024-2025 (KLH-BPLH, Des 2025)

Share this Post!

About the Author : SUN


0 Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Related post

  TOP