Menu

Strategi Kolaboratif Tata Kelola Air : Komitmen Bersama Tata Kelola Air Untuk Mengatasi Risiko Air di DAS Citarum

Karawang, 16 Juni 2025 — PT HM Sampoerna Tbk. melalui program keberlanjutan Sampoerna untuk Indonesia menggandeng SUN Consulting, memfasilitasi kegiatan Stakeholder Forum dan Sharing Session Alliance for Water Stewardship (AWS) yang bertemakan “Komitmen Bersama Tata Kelola Air untuk Mengatasi Risiko Air di DAS Citarum”.
Acara ini diselenggarakan sebagai wadah kolaboratif antar pemangku kepentingan dalam membahas tantangan dan strategi pengelolaan air di wilayah Karawang, khususnya pada daerah tangkapan air (DAS) Citarum. Forum ini dihadiri oleh perwakilan dari pemerintah, pelaku industri, akademisi, komunitas lokal, serta organisasi lingkungan.

Forum dibuka oleh PT HM Sampoerna yang menyampaikan komitmennya dalam mendukung pengelolaan air yang berkelanjutan melalui penerapan standar AWS sejak 2021. Dalam sambutannya, perusahaan menekankan pentingnya pelibatan masyarakat dan pemangku kepentingan dalam menjaga kualitas dan kuantitas air, dengan berbagai inisiatif seperti pembangunan sarana air bersih, kegiatan PHBS, hingga konservasi lingkungan melalui penghijauan.

Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Bapak Andi Biantara, menyoroti permasalahan sistemik di DAS Citarum seperti degradasi lahan, limbah domestik dan industri, alih fungsi lahan, serta krisis pengelolaan sampah. Ia mendorong semua pihak untuk berpartisipasi aktif dan menekankan bahwa menjaga air berarti menjaga kehidupan.

Forum dibagi menjadi tiga sesi utama:
1. Tantangan Tata Kelola Air di DAS Citarum – Menampilkan data kualitas air dan urgensi peran sektor swasta dalam menjaga hulu DAS melalui pendekatan beyond CSR.
2. Penerapan AWS dalam Tata Layanan Air – Disampaikan oleh Koordinator AWS Indonesia, sesi ini menjelaskan pentingnya pengelolaan air yang bertanggung jawab melalui 5 prinsip utama: tata kelola, neraca air, kualitas air, kawasan penting air, dan WASH.
3. Analisis Risiko Air di DAS Citarum – Menyampaikan hasil identifikasi risiko air di Citarum Hulu, Tengah, dan Hilir, termasuk water scarcity, degradasi, pencemaran, dan risiko sanitasi. Data menunjukkan bahwa wilayah Karawang (Citarum Hilir) memiliki tantangan kualitas air dan sanitasi yang cukup tinggi.

Diskusi forum juga menyerap aspirasi dari pelaku lokal, termasuk perwakilan desa, PDAM, dan organisasi masyarakat.
“Kami berharap kolaborasi ini tak berhenti di forum. Air bersih adalah kebutuhan mendasar. Kami di desa siap mendukung, asal benar-benar diberdayakan,” ujar Ridah Rina, Kepala Desa Sukaluyu.
Sementara itu, perwakilan PDAM menekankan pentingnya sinergi dengan sektor swasta dalam penyediaan layanan air minum aman bagi masyarakat, termasuk bagi wilayah dengan tingkat stunting tinggi.

Hasil diskusi akan dirangkum menjadi dokumen tindak lanjut bersama yang memuat potensi aksi kolaboratif antar sektor di wilayah DAS Citarum. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat praktik tanggung jawab lingkungan perusahaan dan mendukung tercapainya target-target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 6 tentang air bersih dan sanitasi.

Share this Post!

About the Author : SUN


0 Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Related post

  TOP